Mengelola pengeluaran rumah tangga bareng teman serumah bisa cepat jadi berantakan. Satu orang bayar tagihan internet, yang lain beli perlengkapan kebersihan, satu lagi menanggung belanjaan, dan di akhir bulan nggak ada yang tahu siapa berutang berapa.
Ini sangat umum terjadi di rumah mahasiswa dan apartemen yang dihuni bersama. Sewa, utilitas, belanjaan, langganan, furnitur, perbaikan, dan barang-barang kecil rumah tangga kalau dijumlahkan bisa besar juga. Tanpa sistem yang jelas, bagi-bagi tagihan bareng teman serumah bisa cepat jadi membingungkan atau terasa nggak adil.
Sebuah roommate expense tracker seperti tricount menyimpan semuanya di satu tempat. Kamu bisa menambahkan biaya bersama, pilih siapa saja yang terlibat, membagi pengeluaran rumah tangga secara sama rata atau tidak rata, dan melihat siapa perlu mengganti uang siapa.
Berikut cara mengelola pengeluaran apartemen bersama dengan jelas dan adil.
1. Tentukan apa saja yang termasuk pengeluaran bersama
Sebelum mencatat apa pun, sepakat dulu soal apa saja yang seharusnya dibagi bersama.
Pengeluaran apartemen bersama yang umum termasuk sewa, listrik, gas, air, internet, perlengkapan kebersihan, tisu toilet, kebutuhan dasar rumah tangga, belanjaan bersama, langganan streaming, furnitur kecil, perbaikan, makan malam bareng, dan pesan-antar.
Biaya pribadi sebaiknya tetap jadi urusan pribadi. Biasanya itu termasuk camilan, langganan individu, pakaian, perlengkapan belajar, belanjaan pribadi, dan apa pun yang hanya dipakai satu orang.
Sebagian besar masalah uang antar teman serumah muncul karena perbedaan ekspektasi. Seseorang bisa saja menganggap kopi termasuk pengeluaran bersama. Orang lain merasa semua harus beli sendiri. Menentukan aturan sejak awal memudahkan kamu untuk membagi pengeluaran dengan teman dan teman serumah tanpa harus menjadikan setiap struk bahan perdebatan.
2. Pakai metode bagi yang tepat untuk tiap pengeluaran
Tidak semua biaya harus dibagi dengan cara yang sama.
Untuk kebutuhan rumah tangga rutin, bagi rata biasanya paling gampang. Kalau empat orang serumah berbagi tagihan internet, produk kebersihan, atau tisu toilet, masing-masing bayar 25%.
Sewa bisa beda cerita. Kalau satu orang punya kamar lebih besar, kamar mandi dalam, atau ruang yang lebih enak, bagi rata bisa terasa nggak adil. Dalam kasus seperti ini, kamu mungkin akan membagi sewa dengan adil berdasarkan ukuran kamar, pendapatan, atau persentase yang disepakati.
Utilitas juga bisa butuh pendekatan berbeda. Membagi utilitas dengan teman serumah secara sama rata memang simpel, tapi mungkin perlu disesuaikan kalau ada yang baru pindah di tengah bulan, pergi beberapa minggu, atau punya tamu yang menginap lama.
tricount memungkinkan kamu memilih siapa saja yang masuk dalam tiap pengeluaran dan membagi tagihan secara rata atau tidak rata. Itu berguna saat satu apartemen penuh berbagi tagihan internet, tapi hanya tiga orang yang ikut pesan makan, atau hanya dua orang yang patungan beli furnitur.
3. Catat pengeluaran saat itu juga
Pengeluaran kecil yang dibagi bersama gampang banget terlupa. Tisu toilet, deterjen, belanjaan, bohlam, cairan pembersih, dan taksi bareng bisa menguap dari ingatan dengan cepat.
Pengeluaran bersama sebaiknya langsung ditambahkan saat seseorang membayarnya, dengan nominal, siapa yang bayar, siapa saja yang terlibat, dan metode pembagiannya.
Dengan tricount, kamu bisa membuat satu grup bersama untuk apartemen, mengundang teman serumah, dan menambahkan pengeluaran kapan pun terjadi. Semua orang melihat saldo yang sama, sehingga lebih mudah untuk melacak pengeluaran bersama tanpa spreadsheet, screenshot, atau catatan di grup chat.
Ini juga berfungsi untuk pengeluaran sekali-sekali dalam kehidupan mahasiswa, seperti pesta rumah, kado ulang tahun, perlengkapan pindahan, taksi bareng, atau bersih-bersih di akhir tahun.
4. Biasakan pembagian yang tidak rata
Bagi rata itu simpel, tapi tidak selalu adil.
Mungkin ada teman serumah yang baru pindah di tengah bulan. Mungkin hanya dua orang yang pakai sebuah langganan. Mungkin hanya tiga orang yang ikutan makan malam. Mungkin pasangan seseorang sering menginap dan ikut memakai belanjaan bersama.
Situasi seperti ini lebih mudah diurus kalau pembagian tidak rata sudah jadi bagian dari sistem, bukan pengecualian yang canggung. Dengan tricount, kamu bisa hanya memasukkan orang-orang yang terlibat dalam suatu pengeluaran dan menyesuaikan berapa banyak yang harus dibayar masing-masing.
Dengan begitu, membagi tagihan secara tidak rata jadi berguna untuk biaya apartemen sehari-hari, bukan hanya tagihan restoran.
5. Hindari satu orang jadi “bendahara rumah”
Di banyak apartemen bersama, pelan-pelan ada satu orang yang jadi bertanggung jawab atas semuanya. Dia yang bayar tagihan internet, beli perlengkapan kebersihan, mengganti barang yang rusak, dan mengingatkan semua orang untuk mengganti uangnya.
Itu bisa cepat bikin jengkel.
Cara yang lebih baik adalah membiarkan teman serumah yang berbeda membayar hal-hal yang berbeda, lalu gunakan tricount untuk menghitung saldonya. Alih-alih saling kirim uang bolak-balik untuk setiap pembelian kecil, semua orang bisa melunasi dalam lebih sedikit pembayaran.
Di sinilah aplikasi berbagi pengeluaran sangat membantu. Nggak ada yang perlu menyimpan spreadsheet, menghitung total secara manual, atau menagih setiap nominal kecil satu per satu.
6. Rutin melunasi
Mencatat pengeluaran hanya berguna kalau orang-orang juga saling membayar kembali.
Untuk sebagian besar apartemen bersama, sebulan sekali sudah cukup. Ini sejalan dengan jadwal sewa, tagihan utilitas, gaji, pinjaman pelajar, atau uang saku.
Sistem sederhana biasanya paling efektif:
Semua orang menambahkan biaya bersama sepanjang bulan.
Di akhir bulan, semua orang mengecek tricount.
Teman serumah melunasi saldo.
Bulan berikutnya mulai dengan keadaan bersih.
Untuk pengeluaran besar, seperti sewa, deposit, atau perbaikan mahal, lunasi secara terpisah dan secepatnya. Jumlah besar sebaiknya tidak dibiarkan menggantung berminggu-minggu.
Kelola pengeluaran teman serumah dengan lebih sedikit ribet
Cara termudah mengelola pengeluaran rumah tangga dengan teman serumah adalah menjaga sistemnya tetap simpel. Sepakati apa saja yang termasuk pengeluaran bersama, tambahkan pengeluaran begitu terjadi, bagi biaya berdasarkan siapa yang terlibat, dan rutin melunasi.
Dengan tricount, teman serumah bisa melacak pengeluaran apartemen bersama, membagi pengeluaran rumah tangga dengan adil, mengelola utilitas, dan melihat dengan jelas siapa berutang berapa.
Artinya lebih sedikit urusan administrasi, lebih jarang harus mengingatkan dengan canggung, dan cara yang lebih jelas untuk menangani bagi-bagi tagihan sehari-hari dengan teman serumah.



